Dimuat dalam Majalah Wanita Kartini
Nomor 528 tanggal 15 – 24 November 1994 hal 80 - 82
Garis-garis hujan
terlihat jelas dalam sorotan lampu-lampu mobil yang lalu-lalang. Tempaan sinar
merkuri yang lindap meremangkan kegelapan Bukittinggi yang pekat. Yah, kabut terlalu tebal
kalau hanya untuk sorot lampu mobil dan piasnya sinar merkuri.
Kabut jadi berwarni di puncak Jam Gadang yang
berdiri kaku ketika serentetan kilat menyabung. Lampu beraneka warna di setiap
sisinya lebih berupa coretan kuas seorang pelukis yang berserak tak beraturan:
kadang bergelombang karena
sapuan angin, kadang lagi meliuk.











