Dimuat di Majalah MODE Indonesia
Nomor 08 Tahun XVIII April 1994 hal 34-37
denting, ketuk,
detak
jadi nada tak
terurai tala
senyap, sayup,
sunyi - sampai
mengalir dalam
kesepian; tak berujung
Dengan gerakan yang teramat lemah, Liona menarik
tubuhnya yang terduduk pasrah di
bangku. Sekali diusapnya keningnya yang berkeringat. Doa-doa terus meluncur
dari lubuk hatinya: Sembuhkan ia, Tuhan!
Liona memindahkan
bobot tubuhnya yang terasa menjadi
beban ke dinding. Bersandar. Dipandangnya perempuan empat puluhan yang terbaring di ranjang. Ibu, kau terlalu tua
untuk usiamu sebenarnya...
"Liona..." Belum lagi selesai perempuan itu dengan desahannya, Liona telah menghambur
lagi mendekati ranjang.
"Ini Liona,
Bu."







