Dimuat di Majalah Remaja ANEKA
Nomor 17 Tahun V 27 Agustus 1994 hal 26-29
Senja seperti terlalu cepat
direnggut malam. Hujan yang bagai ditumpah-ruahkan dari langit baru saja reda.
Dan, masih saja, aku seperti berada di tengah-tengah kesunyian dan keterasingan
yang dilingkar oleh keceriaan arena camping.
"Titi...
melamun?"
Suara berat Amboro menyentak
kesunyianku. Duhai, mengapa tiba-tiba aku harus berdegup? Kikuk dan kelihatan
amat tolol di depan camping-out leader
ini? Ah, tidak boleh dibiarkan!








