‎

Label

  • Awamatra
  • Cerpen
  • Fotografi
  • Novelet
  • Sajak

EMPTY SPACE






di 19.14
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Theme: Fotografi

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Hallo da yod...apa kabar? Lama tak bersua...kangen da yod

30 November 2016 pukul 05.53

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Cari Blog Ini

BLOG ARCHIVE

  • ►  2025 (32)
    • ►  Mei (32)
  • ►  2017 (19)
    • ►  November (19)
  • ▼  2014 (31)
    • ▼  November (20)
      • EMPTY SPACE
      • SUNYI PADANG ILALANG
      • LEMBARAN NOMOR TUJUH (Bagian 3)
      • LEMBARAN NOMOR TUJUH (Bagian 2)
      • LEMBARAN NOMOR TUJUH (Bagian 1)
      • PELANGI TEBING BATU (Bagian 4)
      • PELANGI TEBING BATU (Bagian 3)
      • PELANGI TEBING BATU (Bagian 2)
      • PELANGI TEBING BATU (Bagian 1)
      • LINGKARAN KABUT
      • SETELAH SEWINDU
      • EPISODE KELAM (Bagian 4)
      • EPISODE KELAM (Bagian 3)
      • EPISODE KELAM (Bagian 2)
      • EPISODE KELAM (Bagian 1)
      • RINDU DI RUMAH RUNTUH (Bagian 3)
      • RINDU DI RUMAH RUNTUH (Bagian 2)
      • RINDU DI RUMAH RUNTUH (Bagian 1)
      • APA PENDAPATMU TENTANG SAJAKKU
      • DUA PEREMPUAN DUKA
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (8)
  • ►  2012 (3)
    • ►  Desember (3)
  • ►  2008 (6)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (2)

POPULAR

  • Mencemasi yang Tersisa
    -- kepada We di paviliun rumah sakit ini hujan menyentuh lagi anak rambutku yang melepuh terpanggang matahari di balik tirainya matamu menye...
  • Berapa Lagi Hitungan Sunyi
    Aku mencabik tanggal-tanggal. Membuang ke laut tak bertepi Waktu menyungkup, waktu menyungkur Yang mendesak di debur jantung Berapa lagi hit...
  • KERJAP RINDU DI MATA ANGIN
       menempuh ribuan jarak menyusur banyak mata angin ada ujud tunggal mengental mengada, waktu ke ketika. meski sesaat sebagai bentuk kepurba...
  • Kampung Nafas Kita
    kenangan buat Ey Theo    deretan persawahan, tebing-tebing bukit batu berjalan dari langgar ke langgar bersama embun dan angin yang mengerti...
  • Seperti Hulu yang Berangkat ke Muara
    memastikan ada kita selalu bertanya meminjam penanggalan untuk dilafalkan atau sama sekali tidak beraksi, sendiri karenanya batas bahagia da...
  • RABU 17 JANUARI
    I desau daun bercengkerama dengan gerimis pagi bạsah melengket embun embun, menempel di kaca, terasa tirai semua membatas antara nisan dan c...

Feedjit

S E L I N T A S

Foto saya
Fitra Yoga Sambas
Menekuni dunia jurnalistik sejak duduk di bangku SMA. Aktif menulis di media cetak sejak 1987. Karya prosa berupa cerita pendek, novelet dan novel dipublikasikan di banyak media. Tahun 1993 memenangkan Penulisan Novel Indonesia dengan judul 'Palasik: Jelaga Bola Langit'. Untuk puisi telah diterbitkan dalam beberapa antologi puisi di beberapa kota di tanah air. Nama yang digunakan untuk majalah remaja berinisial PRS. Pun penikmat fotografi sambil pencat-pencet shutter sekenanya...
Lihat profil lengkapku
Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.